Jumat, 06 Mei 2011

Agnes Raih Mimpi Go Internasional :)

Buah impian dan pengharapan Agnes Monica untuk Go International tampaknya sudah di depan mata. Terbukti, salah satu label rekaman di Amerika Serikat dan Inggris yang menangani artis sekelas Michael Jackson, mengajak Agnes bekerja sama. 

Mendapati kabar tersebut, Agnes mengaku senang. Betapa tidak, hal ini sudah diimpikan Agnes sejak tiga tahun silam. Nah yang menjadi pertanyaan, kalau Agnes bekerja sama dengan label musik internasional tersebut, ia mengaku masih bingung dalam memilih tempat tinggal. "Aku belum bisa jawab kalau hal itu aku akan tinggal di mana, tapi untuk mencapai karier ini tidaklah mudah, makanya aku mungkin hanya bisa melakukan yang terbaik saja," urai Agnes seperti dikutip Hot Shot di SCTV, Jumat (4/2).



Love di ujung jalan

Cinta di ujung jalan by Agnes Monica. Beautiful song, beautiful singer. Lagu yang paling kena di hati gw, Gue punya moment penting ama ni lagu, lagu yang bikin gw nyerah ama yang namanya cinta, cinta yang bikin kita ga tau musti gimana ngadepinnya, dimana kita di hadepin ama satu masalah pelik, dan kita ga punya pilihan sama sekali. Baik itu pilihan yang benar atau salah.
Yah, gue ngerasa tu lagu bener-bener ngena di hati gue dan bisa menjadi background hati dan perasaan gue saaat ini (kayak sinetron aja ya pakai background and theme song…) Gue ngalamin yang namanya cinta persis seperti yang dinyanyikan oleh Agnes Monica. Gue makin seneng ama ni lagu, tentunya juga sama Agnesnya karena si Agnes ngebawain ini lagu dengan penuh penghayatan dan perasaan. Wah bener bener two tumbs up deh.
Selain ngefans berat, gue juga bener-bener salut ama ni cewek, cantik, pinter , perfeksionis banget, info yang gue baca di majalah, dia mau segala sesuatunya teratur dan terencana, ngga boleh sembarangan, apalagi sampai kacau. Hal ini yang bikin gue salut ama ni cewek. Planning dia buat hidupnya ke depan sudah di persiapin dari sekarang, sekolah, di dunia entertain nya, dia uda punya planning buat go international, yang lagi dia set ama managementnya. Bahkan tahap awalnya dia udah main film bareng Jerry yan ( itu yang salah satunya personel F4) di film serial mandarin, itu prestasi luar biasa kan? Agnes Monica emang bener-bener luar biasa!!
Udah dulu ah…Udah malam. Gue mau siap-siap tidur sambil ngedengerin lagu 
Cinta di Ujung Jalan…ini….

Sabtu, 30 April 2011

Crazy :D


this is me and Ardin :)


this is mas gholib, mba nana and mba leli :D


whehehe, me and my cousn :D


wkwkwk :D


KONYOL SEMUA :D

Jumat, 29 April 2011

Sejuta Orang Padati London

Friday, 29 April 2011 
LONDON- Tidak kurang dari 30 tenda berjejer di lokasi paling strategis di tepi jalan depan Gereja Westminster Abbey sejak beberapa hari ini. 


Mereka adalah para pengagum berat keluarga Kerajaan Inggris yang berkemah untuk mendapatkan tempat menonton terbaik royal wedding (pernikahan kerajaan) hari ini. Jalanan yang akan dilalui Pangeran William dan istrinya, Catherine Middleton atau Kate Middleton, sudah rapi diberi pagar pembatas. Tiang lampu-lampu jalan dicat ulang, patung-patung dicuci bersih, dan berbagai ukuran bendera Inggris, Union Jack, berkibar di sepanjang jalan. 

Selain die hard fans, ratusan kamerawan televisi dan fotografer dari seluruh dunia juga mempersiapkan diri menempati lokasi yang dikhususkan untuk media. Tiket kereta ke London sudah dibeli warga luar kota dari jauh-jauh hari. Hotel di London penuh oleh turis dari luar Inggris dan tidak sedikit turis yang menyewa kamar atau rumah warga London. Sedikitnya satu 
juta orang akan menonton langsung di sekitar Westminster Abbey dan Istana Buckingham. 

Satu dari 10 warga Inggris akan menyelenggarakan pesta bersama dengan tetangga di jalan di kompleks rumah masing-masing. Hari ini seluruh Inggris libur nasional dalam rangka merayakan royal wedding. Pangeran William dan Kate Middleton beberapa kali melakukan geladi resik acara pernikahan mereka di Westminster Abbey dan di lokasi lain secara tertutup. Pasangan calon pengantin beserta kedua orang tuanya terlihat hadir di gereja bersejarah di Inggris itu pada Rabu malam. 

Demikian pula kedua adik mempelai, Pangeran Harry dan Pippa Middleton, yang akan menjadi best man (pendamping pengantin pria) dan maid of honour (pendamping pengantin wanita). Kemarin pagi, Kate Middleton, Pangeran Harry, dan Caroline Middleton–– ibunda Kate–– kembali tertangkap lensa kamera meninggalkan Westminster Abbey setelah melakukan persiapan terakhir sekitar 1,5 jam di dalam gereja tersebut. 

Sementara pada Rabu dini hari,1.500 pasukan militer kerajaan yang akan bertugas pada prosesi acara juga melakukan latihan terakhir di jalan-jalan yang akan dilalui pasangan ahli waris kedua tahta Kerajaan Inggris itu. Geladi resik dilakukan pada malam dan dini hari untuk meminimalisasi gangguan bagi warga umum London. Pukul 07.00 pagi, geladi resik itu selesai dan jalanan di pusat kota London kembali dibuka, sesaat menjelang warga London pergi ke kantor. 

Malam Terakhir 

Malam terakhir sebelum melepas masa lajangnya, Pangeran William menginap di kediaman resmi orang tuanya, Pangeran Charles dan Camilla. Bersama Pangeran Harry, kedua bersaudara itu akan berada di Clarence House, tidak jauh dari Istana Buckingham. Tidak jauh dari Clarence House, Kate dan keluarga Middleton bermalam di Goring Hotel. Sejak dua hari lalu Michael dan Caroline Middleton bersama dua adik Kate, Pippa dan James,menginap di hotel di kawasanBelgraviatersebut.

Dua mesin jahit terlihat diangkut ke dalam hotel,berjaga seandainya diperlukan untuk membenahi jahitan pakaian yang akan dikenakan keluarga Middleton pada pernikahan putrinya. Michael Middleton akan mendampingi Kate dalam perjalanan ke Westminster Abbey dengan menggunakan mobil kerajaan pukul 10.30. Sementara ibu dan kedua adiknya berangkat lebih dulu dengan mobil terpisah. 

Sesampai di gereja, pengusaha perlengkapan pesta ini akan menggandeng putrinya dan mengantarkannya ke pelaminan. Sementara itu, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip mengadakan jamuan makan untuk tamu undangan keluarga kerajaan lain di Hotel Mandarin Oriental di Hyde Park. Sehari sebelum pernikahan terbesar di Inggris, buku program resmi pernikahan diperlihatkan kepada publik. 

Buku program itu berisi rangkaian acara, doa, dan musik yang akan dilantunkan dan kalimat pengantar dari Pangeran William dan Kate Middleton. Musik klasik yang diperdengarkan adalah pilihan dari Kate Middleton.Satu di antaranya dipilih sebagai penghormatan untuk Putri Diana, berjudul Guide Me,O Thou Great Redeemer yang akan menjadi musik pembuka. Musik tersebut diperdengarkan saat upacara pemakaman ibunda Pangeran William yang juga dilakukan di Westminster Abbey. Hari ini 150.000 buku program akan dijual untuk umum di London dengan harga 2 poundsetrling sebagai suvenir pernikahan. 

Santai Bermain Futsal 

andika hm
_Di sela kesibukan dan padatnya persiapan pernikahan,Pangeran Williamterlihatbermain futsal di sebuah lapangan di London. Bersama beberapa teman Pangeran William terlihat santai bermain sepak bola lima orang per tim itu dengan mengenakan kostum timnas Inggris warna hitam dan celana putih. Usai bermain bola, dengan mengendarai motor Ducati dan mengenakan helm tertutup,Pangeran William berhasil mengelabui wartawan dan fotografer yang berjaga di depan Clarence House dan di Buckingham Palace, tidak jauh dari Clarence House.  

Bocah 5 Tahun Jadi Perawat Ibunya yang Lumpuh

Nganjuk - Masih ingat cerita Sinar, bocah berusia 6 tahun asal Polewali Mandar Sulawesi Barat, yang tulus menjadi perawat sang ibu di tengah kelumpuhan. Kisah yang sama juga dialami Muhammad Aditya, bocah berusia 5 tahun asal Lingkungan Jarakan Kelurahan Ganung Kidul Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Menempati rumah kontrakan di Jl Wilis gang IIA, Adit, demikian Muhammad Aditya biasa disapa, menjadi perawat ibunya saat sang ayah menjalankan aktivitas pekerjaan di luar kota. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci dan menjemur pakaian, hingga menyiapkan air mandi untuk sang ibu yang hanya bisa terbaring di kasur, dengan tulus dilakukannya.

"Subhanallah. Kalau Adit tidak melakukan ini, saya tidak tahu bagaimana kehidupan ini bisa saya jalani," kata Sunarti, ibu kandung Adit saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (19/4/2011).

Adit adalah anak satu-satunya yang dimiliki Sunarti dari pernikahannya dengan suami kedua yakni Rudi (45) asal Jombang. Dari pernikahan pertamanya wanita asal Tambak Sawah, Sidoarjo dikaruniai 3 anak laki-laki, yang saat ini sudah tinggal terpisah darinya.

Kisah pilu itu mulai terjadi saat Adit berusia setahun, tanpa sebab yang pasti mendadak Sunarti tak lagi bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Bahkan organ tubuh dari pinggang ke bawah saat ini sudah tak lagi berfungsi.

Sunarti membantah dugaan kelumpuhannya akibat mall praktek penanganan kelahiran Adit. Meski mengalami pendarahan dalam proses kelahiran Adit, Sunarti tak menganggapnya sebagai penyebab kelumpuhan. "Sampai Adit usia setahun, saya masih sehat wal afiat. Tapi setelah itu mendadak saya gak bisa apa-apa, sampai sekarang," ujarnya.

Saat ini Sunarti sepenuhnya menggantungkan hidupnya kepada Adit, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Rudi, suaminya saat ini hanya pulang seminggu hingga dua minggu sekali untuk mengantarkan uang hasil bekerja, selebihnya banting tulang di luar rumah.

"Saya tidak pernah menyuruh dan tidak pernah memintanya melakukan. Seperti menyalakan lampu, saya hanya bilang kalau menggunakan kursi nanti bisa jatuh, gunakan saja sapu untuk menekan saklar, dan dia bisa melakukannya sendiri," beber Sunarti mengenai apa yang dilakukan anaknya.

Sementara Adit, mengaku sama sekali tidak mengeluh. Meski tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, Adit mengaku melakukan semua pekerjaan itu karena rasa sayangnya kepada sang ibu.

"Kasihan ibu atit (sakit)," kata Adit lirih, saat ditanya mengenai kelumpuhan ibunya.

Bocah berambut ikal itu mengaku mengenal semua pekerjaan rumah yang tak semestinya sudah dilakukan. Mulai belajar kepada sang ayah saat pekerjaan yang sama dilakukan. Seperti mencuci pakaian, dia melakukan dengan merendam terlebih dahulu menggunakan sabun, menguceknya pelan, memeras dan menjemur pakaian yang didesain sedemikian rupa, sehingga terjangkau tubuhnya yang kecil.

"Masak nasi ibu yang belsihkan belasnya. Nanti dimasukkan dandang. Kalau gas habis, saya beli, minta dipasang tabungnya. (Masak nasi ibu yang bersihkan berasnya. Nanti dimasukkan dandang (tempat menanak nasi). Kalau gas habis , saya beli, minta dipasangkan (sekalian) tabungnya)," urai bocah berkulit gelap tersebut.

Dengan segala kesibukannya meladeni sang ibu, Adit tetaplah seorang bocah yang menginginkan kesenangan bermain dengan teman seusianya. Jika rasa itu datang dia langsung meminta izin ke
 
Copyright winda.com 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .